, ,

Jarum Fair 2025 Ajang Tahunan yang Perkenalkan Warisan Budaya ke Pasar Global

oleh -1509 Dilihat

Jarum Fair 2025: Geliat Kreativitas dan Warisan Budaya Desa Batik di Klaten

Surakarta- Nuansa semangat kebangkitan ekonomi dan pelestarian budaya menyelimuti Desa Jarum, Bayat, Klaten, seiring dengan dibukanya Jarum Fair 2025. Event tahunan yang berlangsung meriah selama 3 hari, dari Kamis hingga Sabtu, 21-23 Agustus 2025, ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebuah pernyataan tentang inovasi dan identitas sebuah desa yang kaya akan warisan tradisi.

Jarum Fair 2025 Ajang Tahunan yang Perkenalkan Warisan Budaya ke Pasar Global
Jarum Fair 2025 Ajang Tahunan yang Perkenalkan Warisan Budaya ke Pasar Global

Baca Juga :  Ribka Tjipaning Desak Pemerintah dan DPR Jadikan Perlindungan Anak Prioritas Utama

Mengusung tema besar “UMKM Jarum Naik Kelas: The Real Innovation of Jarum Village”, ajang ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Desa Jarum dan seluruh pelaku usahanya untuk terus berkembang, berinovasi, dan go digital tanpa meninggalkan akar budayanya yang kuat.

Pameran Kebanggaan Desa dengan 30 Stan Unggulan

Acara yang berpusat di sentra kerajinan batik desa tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, yang didampingi oleh sejumlah pejabat terkait. Antusiasme terlihat jelas sejak hari pertama.

“Ini baru hari pertama, khusus untuk produk UMKM, dan sudah langsung dikunjungi oleh Pak Benny. Ada 30 stan yang memamerkan berbagai produk unggulan terbaik Desa Jarum pada even tahunan ini,” ujar Kepala Desa Jarum, Iswanta, dengan penuh bangga.

Ragam Kekayaan yang “Komplit”: Dari Batik hingga Kuliner Tradisional

Seperti yang disampaikan Iswanta, Desa Jarum ibarat miniatur pusat kebudayaan dan kerajinan Jawa yang komplet. Pengunjung yang datang disuguhi oleh beragam kekayaan desa, mulai dari:

  • Batik dengan Beragam Teknik: Mulai dari batik warna alam yang ramah lingkungan dan memiliki warna khas natural, batik printing untuk produk yang lebih modern dan terjangkau, hingga batik kayu yang memamerkan kekuatan motif tradisional karya para perajin lokal.

  • Peluncuran Koleksi Istimewa: Batik “Riris Pandan Mojo Arum” Salah satu momen paling dinantikan adalah peluncuran resmi batik khas Desa Jarum hasil kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini. Motif “Riris Pandan Mojo Arum” ini bukan hanya sekadar corak yang indah, tetapi sarat akan makna sejarah dan filosofis. Motif ini menceritakan korelasi erat antara Desa Jarum dengan Sunan Pandanaran, serta keharuman buah Mojo yang memiliki situs sejarah di desa tersebut. Sebuah mahakarya yang menyatukan ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan kearifan lokal.

More Than Just an Event: Membangkitkan Ekonomi dan Melestarikan Warisan

Jarum Fair 2025 diadakan tidak hanya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Desa Jarum, tetapi memiliki tujuan yang lebih mendalam.

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto. Saya sangat mengapresiasi langkah progresif Pemerintah Desa Jarum dan seluruh masyarakatnya. Ini adalah contoh nyata bagaimana UMKM naik kelas.

Selanjutnya, gelaran pameran ini langsung menunjukkan geliatnya. Pengunjung pun memadati stan-stan, menciptakan atmosfer yang semarak dan penuh energi.

Tak hanya ion buyer dari berbagai kota. Sebagai hasilnya, beberapa pelaku UMKM langsung mendapatkan pesanan dalam jumlah besar dan janji untuk kerja sama distribusi yang berkelanjutan.

Selain itu, untuk menjawab tantangan zaman, event ini juga mengadakan pelatihan pemasaran digital. Narasumber yang kompeten membagikan strategi untuk memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce.

Di samping sebagai ajang pameran, Jarum Fair 2025 juga menjadi platform untuk memperluas jaringan. Oleh karena itu, panitia menyelenggarakan sesi business matching yang menghubungkan para perajin dengan cal

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.