, ,

Muhammad Faaris Siswa Al Abidin Surakarta Lolos Final OSN IPS 2025

oleh -1451 Dilihat

Dari Matematika ke Dunia IPS, Kisah Faaris SDII Al Abidin Lolos Final OSN 2025

Surakarta- Sebuah keyakinan kuat menggema dari sosok muda berusia 12 tahun, “Kalau kamu mau mendapatkan hasil terbaik, berarti usahanya juga harus yang terbaik. Allah itu bersama prasangka hamba-Nya. Makanya, aku yakin aku bisa. Biar Allah bikin aku bisa.” Kalimat penuh power itu bukan sekadar quote, melainkan prinsip hidup yang dipegang teguh oleh Muhammad Faaris, siswa kelas 6 Singapore SD Islam Internasional Al Abidin Surakarta. Prinsip inilah yang mengantarkannya pada pencapaian gemilang: lolos ke babak final Olimpiade Sains Nasional OSN 2025 untuk bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Muhammad Faaris Siswa Al Abidin Surakarta Lolos Final OSN IPS 2025
Muhammad Faaris Siswa Al Abidin Surakarta Lolos Final OSN IPS 2025

Baca Juga : BNPT Kejar 7 Keluarga Korban Bom Kepunton Solo untuk Penyerahan Kompensasi

Yang membuat prestasi ini begitu spesial adalah bahwa ini merupakan kali pertama bagi Faaris untuk terjun ke arena olimpiade IPS. Sebelumnya, dunia kompetisinya didominasi oleh Matematika dan IPA. Di sela-sela kesibukannya yang padat mempersiapkan olimpiade dan Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS), Faaris berbagi cerita tentang perjalanan inspiratifnya yang penuh kejutan dan dedikasi.

Lompatan Keyakinan: Mencoba Jalur Baru

Faaris mengaku tidak menyangka akan melangkah sejauh ini. Keputusannya untuk memilih IPS dalam seleksi OSN adalah sebuah lompatan keyakinan. “Dulu seringnya ikut matematika, tapi lama-lama aku mulai tertarik dengan sains. Ketika ada seleksi OSN, ada sesuatu yang mendorongku untuk memilih IPS,” tuturnya dengan semangat, memanfaatkan waktu istirahatnya.

Pilihan itu dilandasi oleh dua alasan utama. Pertama, adalah rasa ingin tahu dan tantangan. Ia ingin membuktikan kemampuannya di bidang yang belum pernah dieksplorasinya dalam kompetisi. Kedua, adalah kecintaan yang tiba-tiba tumbuh pada dua cabang ilmu dalam IPS: Sejarah dan Ekonomi. Baginya, kedua bidang ini seperti puzzle raksasa yang menantang untuk diselesaikan.

Perjuangan dan Strategi: Belajar Tanpa Henti

Mengakui bahwa ini adalah pengalaman pertamanya, Faaris sadar betul bahwa jalan menuju final OSN tidak akan mudah. “Jadi, aku harus memperbanyak lagi belajar. Aku harus sering belajar dan mempelajari apa yang belum aku tahu. Ini pengalaman pertama aku mengoleh lomba IPS. Jadi butuh banyak belajar,” jelasnya dengan lugas.

Tantangan itu justru menjadi bahan bakarnya. Strateginya terbilang komprehensif. Setiap hari, ia menyisihkan waktu untuk berlatih mengerjakan soal-soal dari guru pendamping, mendalami materi dari buku-buku referensi, hingga menonton video pembelajaran OSN secara online. Namun, ia percaya bahwa usaha keras tanpa doa dan dukungan adalah sia-sia.

Dukungan yang Menjadi Penyemangat

Yang terus menyulut api semangat Faaris adalah dukungan tanpa batas dari orang-orang terdekatnya. Keluarga, guru, dan teman-teman seangkatannya menjadi tim pendukungnya yang paling solid.

“Aku sering bilang ke teman-teman. Kalau aku lolos, mereka sering doain. Aku selalu minta doa dari orang terdekat. Ms Mr juga, guru, keluarga besar, sepupu, dan adik-adik. Dan semangat banget kalau dapat doa dari mereka,” ungkapnya dengan senyum merekah. Dukungan ini menjadi pengingat bahwa perjuangannya tidak dilakukan sendirian.

Mimpi Besar untuk Masa Depan: Dari Astronot hingga Pendidikan Indonesia

Faaris bukan hanya anak yang pandai, tetapi juga seorang pemimpi dengan visi yang jauh ke depan. Bercita-cita menjadi seorang astronot, ia juga memiliki impian besar untuk tanah airnya.

Dia bercita-cita suatu hari bisa mengunjungi Finlandia dan Kazakhstan. Bukan tanpa alasan, kedua negara itu mewakili aspirasinya untuk Indonesia. “Aku pengin pendidikan Indonesia berkualitas. Jadi Indonesia nanti bisa sebahagia Finlandia. Dari buku yang aku baca, Finlandia jadi negara paling bahagia sekarang. Aku ingin seluruh guru di Indonesia nanti dalam mengajar bisa lebih kreatif dan aplikatif,” paparnya dengan pandangan yang visioner.

Alasan memilih Kazakhstan pun sangat mendalam, “Ada kemauan juga ke Kazakhstan karena negaranya bagus, negara bekas jajahan Inggris. Biasanya negara bekas jajahan Inggris itu negara maju.” Hal ini menunjukkan cara berpikirnya yang analitis dan penuh rasa ingin tahu.

Ucapan Terima Kasih dari Sang Juara

Di akhir perbincangan, Muhammad Faaris menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah mendukungnya. “Saya mau berterima kasih kepada orangtua, guru, teman-teman, orang-orang terdekat saya karena sudah ngedoain saya. Tapi yang paling utamanya orangtua dan guru karena sudah mendampingi, memberi semangat, dan doa,” pungkasnya dengan penuh hormat.

Kisah Faaris adalah bukti nyata bahwa ketika keyakinan, kerja keras, dan dukungan yang tulus bersatu, tidak ada yang mustahil. Selamat, Faaris! Seluruh komunitas SDII Al Abidin dan Indonesia berdoa untuk kesuksesanmu di final OSN 2025 nanti. Semangatmu telah menginspirasi banyak orang!

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.