Kolaborasi TNI, Polri, dan Warga Solo Gelar Patroli Besar-Besaran, Sinergi Jaga Perdamaian Pasca-Demo
Surakarta- Suasana Kota Solo pada Minggu sore hingga malam hari Minggu diwarnai dengan aksi solidaritas dan kesatuan yang luar biasa. Korem 074/Warastratama kembali menggelar operasi patroli skala besar yang tidak biasa, menyatukan kekuatan TNI, Polri, dan elemen masyarakat sipil dalam sebuah gelaran yang bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pasca-unjuk rasa.

Baca Juga : Gedung Setwan DPRD Solo Ludes Dibakar Amukan Massa Dini Hari
Operasi yang berlangsung lancar dan tertib ini menjadi simbol nyata “Bhayangkara Warga Nusantara”—sebuah konsep di mana keamanan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat.
Pimpinan Patroli dan Peserta yang Berkomitmen
Patroli strategis yang menyisir setiap sudut dan titik vital kota ini dipimpin langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama, Kolonel Inf M. Arry Yudistira. Kehadirannya di barisan terdepan menunjukkan komitmen tinggi jajarannya untuk turun langsung menjaga kota. Tampak pula dalam barisan tersebut sejumlah pimpinan tertinggi keamanan di Solo, antara lain:
-
Danbrigif 6/2 Kostrad
-
Kapolresta dan Wakapolresta Solo
-
Kasrem 074/Warastratama
-
Dandim 0735/Surakarta
-
Dandenpom IV/Surakarta
-
Perwakilan dari Lanud Adi Soemarmo
-
Kesatuan Brimob Surakarta
-
Rumkit TK III Slamet Riyadi
-
Dandenhub 074
-
Danyonif 413/BM
-
Para Kasirem 074/Wrt
-
Serta organisasi masyarakat seperti Ketua PMS, Ketua FKPPI Surakarta, dan Relawan Rescue.
Keragaman unsur dalam patroli ini mempertegas bahwa pesan perdamaian disuarakan oleh seluruh komponen bangsa.
Seruan Damai dari Kolonel Arry untuk Warga Solo
Dalam kesempatan tersebut, Danrem 074, Kolonel Arry Yudistira, menyampaikan seruan penuh hikmah kepada seluruh lapisan masyarakat. Beliau mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh fitnah dan berita hoax yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan yang telah lama terjaga.
“Jangan pernah bertindak anarkis, karena kitalah yang akan rugi sendiri. Semua fasilitas yang ada di Solo ini dibangun dengan biaya dan pajak dari masyarakat sendiri. Oleh karenanya, mari kita jaga dan rawat bersama, jangan kita rusak,” pesan Danrem dengan tegas namun penuh kebapakan.
Beliau juga menegaskan bahwa setiap tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, atau pengganggu keamanan akan ditindak tegas dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku tanpa kompromi. “Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa warga Solo adalah masyarakat yang berbudaya luhur, cinta damai, dan selalu bersatu dalam harmoni,” tandasnya.
Melintasi Jantung Kota dengan Semangat Kebersamaan
Berdasarkan dokumentasi yang berhasil dihimpun, iring-iringan patroli gabungan tersebut terlihat sangat solid dan penuh semangat. Mereka berkeliling melintasi sejumlah arteri utama dan simbol kota, seperti Jalan Slamet Riyadi, Jalan Ahmad Yani, hingga kawasan Simpang Joglo.
Kendaraan yang digunakan pun beragam, mulai dari kendaraan dinas roda empat, kendaraan taktis militer, hingga puluhan sepeda motor yang dikendarai oleh para relawan dan anggota. Pemandangan ini tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menyampaikan pesan visual yang kuat tentang kesiapsiagaan dan sinergi yang apik antara aparat keamanan dan warga yang mereka lindungi.
Operasi ini diharapkan tidak hanya menjadi tindakan preemtif, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain tentang bagaimana menjaga perdamaian melalui kolaborasi yang tulus antara TNI, Polri, dan masyarakat.





