Usai Dilantik, Ketua Harian PSI Ahmad Ali Sowan ke Jokowi: Dari Rasa Respect Hingga Isyarat “Bapak J”
Surakarta- Dalam sebuah kunjungan penuh makna, Ahmad Ali, sang Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang baru saja dilantik untuk periode 2025-2030, menyempatkan diri untuk sowan atau bersilaturahmi menghadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan akrab ini berlangsung di kediaman Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, mengundang sorotan publik mengenai dinamika politik pasca pemilihan umum.

Baca Juga : Akhir Pekan Spesial Di Solo Dari Pesta Seni Hingga Wisata Kuliner Nostalgia
Pertemuan Tertutup Penuh Makna
Berdasarkan pantauan, Ahmad Ali tiba di lokasi sekitar pukul 11.11 WIB. Dialog antara sang politikus muda dengan mantan presiden tersebut berlangsung cukup intens, yaitu selama kurang lebih satu jam, dan dilakukan secara tertutup tanpa kehadiran media. Suasana terkesan santap namun penuh kehangatan.
Usai pertemuan, Ahmad Ali berbagi sedikit cerita dengan awak media. “Oh, sama lah, teman-teman. Ini datang dari daerah, ketemu Pak Jokowi. Sebagai rasa respect, kangen. Eh, ya sekalian minta nasihat kepada beliau,” ujarnya dengan gaya bicara yang cair, mencoba merendahkan tensi politik dari kunjungannya tersebut.
Loyalitas Baru: PSI Sebagai Partai Masa Depan
Pertemuan ini menjadi makin signifikan mengingat status terbaru Ahmad Ali yang baru saja dilantik sebagai pucuk pimpinan di PSI. Sebelumnya, ia dikenal sebagai kader Partai NasDem. Dalam kesempatan terpisah usai pelantikannya di sebuah teater di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Ali menjelaskan alasan perpindahannya dengan lugas.
“Bagi saya, Partai PSI ini adalah partai masa depan,” tegasnya penuh keyakinan. “Ini partai harapan ke depan. Saya tidak boleh menafikan bahwa di situ (NasDem) adalah tempat saya memulai, saya bisa jadi seperti ini karena Partai NasDem. Namun, ke depan, saya melihat bahwa PSI di sini akan lebih bertumbuh dengan lebih baik, menurut saya,” imbuhnya, menunjukkan penghargaan pada masa lalunya sekaligus optimisme pada pilihannya yang baru.
Komitmen Mendukung Pemerintahan Prabowo
Dalam konteks perpolitikan nasional, Ahmad Ali juga menegaskan posisi PSI. Pasca-pembentukan pengurus barunya, ia menyatakan bahwa PSI tetap berkomitmen penuh untuk mendukung pemerintahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto.
“PSI haruslah tetap mendukung pemerintahan, mendukung program-program pemerintahan Pak Prabowo Subianto, dan mensukseskannya. PSI jangan menjadi problem. Jadi, jangan menjadi beban bagi pemerintah. Justru, kader-kader PSI harus menjadi bagian yang aktif membantu pemerintah,” ujarnya dengan penuh semangat.
Pasca Ali menambahkan bahwa dukungan ini penting dalam menghadapi tantangan bangsa. “Kita tahu hari ini bangsa Indonesia sedang menghadapi banyak tantangan, baik eksternal maupun internal. Tantangan-tantangan ini harus kita pikul bersama-sama. Terutama, sinergi antara PSI dengan Gerindra dan partai-partai koalisinya lainnya,” sambungnya, menekankan pentingnya kolaborasi dalam koalisi pemerintah.
Misteri dan Isyarat Tentang “Bapak J”
Salah satu momen paling menarik dari dialog dengan media adalah ketika Ahmad Ali ditanya mengenai spekulasi yang beredar tentang kedatangan dirinya untuk meminta Jokowi bergabung sebagai Dewan Pembina PSI, yang kerap disebut dengan inisial “Bapak J”.
Dengan sigap Ali menampik anggapan tersebut. “Oh, tidak, tidak. Ini kan baru selesai pelantikan kemarin. Saya datang untuk melaporkan setelah selesai pelantikan, dan tentu saja, sebelum melangkah lebih jauh, pasti membutuhkan arahan-arahan dari beliau (Jokowi),” jelasnya mengenai tujuan kunjungannya.
Namun, ketika didesak lebih lanjut untuk mengonfirmasi apakah inisial “J” itu merujuk pada Jokowi, Ahmad Ali memilih untuk tidak menjawab secara gamblang. Ia justru memberikan isyarat yang membuka ruang untuk interpretasi dan spekulasi lebih lanjut.
“(Kenapa inisial J ditunda pengumumannya?) Ya, kalau orangnya belum datang kan bisa didatangkan. Alasannya itu. Supaya nanti ada berita berikutnya,” ujarnya dengan senyum samar, seolah menjadikan ini sebagai sebuah cliffhanger politik.
Pasca Ditanya apakah ia pernah bertemu Jokowi sebelum pelantikan, Ali pun mengakhiri pembicaraan dengan jawaban singkat namun berbobot, “Sering sih bertemu,” pungkasnya sebelum undur diri.
Kunjungan ini, meskipun dikemas sebagai silaturahmi biasa, meninggalkan banyak pertanyaan dan sinyal politik tentang masa depan hubungan PSI dengan figur populer seperti Jokowi, serta peran partai dalam peta politik pemerintahan Prabowo ke depan. Satu hal yang pasti, langkah pertama Ahmad Ali sebagai Ketua Harian PSI ini telah berhasil menarik perhatian nasional.





