, ,

Perumahan Solo Raya Butuh 320 Ribu Unit Rumah Baru

oleh -2239 Dilihat

Krisis Perumahan di Solo Raya: Backlog Capai 320 Ribu Unit, Pengembang dan Pemerintah Didorong Berkolaborasi

Surakarta- Solo Raya menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan kebutuhan perumahan. Data terbaru menunjukkan bahwa backlog ketimpangan antara kebutuhan dan ketersediaan rumah di wilayah ini telah mencapai 320.507 unit, angka yang mengkhawatirkan bagi pertumbuhan kawasan urban di Jawa Tengah.

Perumahan Solo Raya Butuh 320 Ribu Unit Rumah Baru
Perumahan Solo Raya Butuh 320 Ribu Unit Rumah Baru

Baca Juga :  Santri Al Mukmin Ngruki Gelar Upacara Kemerdekaan, TNI-Polri Hadir Beri Semangat

Backlog Tertinggi di Wonogiri dan Klaten

Berdasarkan rilis dari DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah, ketimpangan terbesar terjadi di Kabupaten Wonogiri (65.790 unit) dan Klaten (65.153 unit). Sementara itu, wilayah lain di Solo Raya juga mengalami defisit yang signifikan:

  • Sukoharjo: 45.525 unit

  • Karanganyar: 42.134 unit

  • Boyolali: 36.908 unit

  • Kota Solo: 33.446 unit

  • Sragen: 31.571 unit

Dari total backlog tersebut, hanya 40.326 unit rumah (subsidi dan nonsubsidi) yang tersedia, artinya baru 12% kebutuhan yang terpenuhi.

Kolaborasi Pengembang dan Pemangku Kebijakan Jadi Kunci

Bambang Sr, Wakil Ketua DPD REI Jawa Tengah, menegaskan bahwa perlu akselerasi dari pengembang, pemerintah, dan stakeholder terkait untuk menutup kesenjangan ini.

Acara yang akan digelar di Hotel Alana, Rabu (20/8/2025) ini merupakan kolaborasi pertama empat asosiasi pengembang terbesar di Indonesia, yaitu:

  1. Real Estat Indonesia (REI)

  2. Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi)

  3. Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas)

  4. Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himpera)

“Ini pertama kalinya empat asosiasi bersatu menyelenggarakan penghargaan sekaligus mendorong percepatan pembangunan perumahan,” ujar Bambang, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia.

Dukung Program Nasional dan Aglomerasi Solo Raya

Selain memberikan apresiasi kepada para pelaku industri properti, Solo Raya Property Award juga bertujuan untuk:
Mendorong aglomerasi Solo Raya sebagai kawasan urban yang berkembang pesat
Mendukung target Presiden Prabowo Subianto membangun 3 juta rumah
Memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas)

Sebanyak 26 penghargaan akan diberikan kepada berbagai pihak, termasuk:

  • Pemerintah Daerah

  • Kantor Agraria dan Tata Ruang/BPN

  • Perbankan

  • Notaris

  • Developer

  • Penyedia rantai pasok properti

Apa Solusi Mengatasi Backlog?

Tingginya angka backlog menunjukkan bahwa pembangunan perumahan harus dipercepat, baik melalui program subsidi seperti FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) maupun pengembangan kawasan hunian mandiri oleh swasta. Selain itu, perizinan yang lebih efisien dan insentif fiskal bagi pengembang bisa menjadi solusi jangka panjang.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.